Perubahan terlihat di Lapangan Terbang Pondok Cabe yang berada persis di Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, kalau dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu.

Pagar yang memberi batasan area bandara dengan Jalan Raya Pondok Cabe nampak lebih fresh, namun tetap terlihat beberapa sisa pagar lama yang nampak usang dan karatan. Di bagian paling terbentang panjang kawat berduri, yang membuat kedua pembatas (pagar) berimpitan dan memagari semua yang keluar masuk lapangan dengan area terlarang tersebut.

Dari jauh, nampak ditutupi rumput ilalang yang tingginya kira kira sepinggang orang dewasa, aspal di landasan pacu nampak tebal dan sangat mulus. Pemandangan lain terlihat, yaitu beberapa pesawat uzur usang terparkir di sudut landasan pacu bandara tersebut.

Terlihat beberapa alat berat dan crane yang terparkir persis pada samping runway membuat terdapat indikasi bandara ini sedang dilakukan renovasi. Cat di gerbang keluar masuk juga kelihatan diperbaharui dengan kelir biru, merah, dan hijau muda. Warna dan ciri khas dari PT Pertamina (Persero).

Bandara Pondok Cabe sejatinya dimiliki oleh PT Pelita Air Service (PAS), anak cabang dari Pertamina yang beroperasi di jasa maskapai terbang komersil. Bandara ini sedang dilakukan renovasi supaya dapat difungsikan kembali sebagai bandara komersial layaknya Bandara Halim Perdanakusuma yang terletak di Jakarta Timur.

Luasnya bandara ini sekitar 170 hektar dengan panjang runway kurang lebih 2.200 meter dan lebarnya 45 meter, ini sangat memungkinkan untuk didarati pesawat berbadan sedang sekelas Boeing 737. Sekarang, bandara ini cuma berfungsi melayani penerbangan charter, serta pangkalan udara militer TNI AD, TNI AL, dan Polair.

Penghijauan bandara yang letaknya di Selatan Jakarta ini dijalankan karena wilayah ini cukup dan sangat potensial sebagai angkutan pesawat penumpang. Di ingat ingat, selain lokasinya cukup dekat dari ibukota, pun sekarang ini banyak kantong-kantong pemukiman di lokasi sekitarnya, terlebih saat ini Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta nampak dan sudah dianggap terlalu penuh sebagai bandara komersil yang menampung seluruh lalu lintas penerbangan.

Perusahaan maskapai penerbangan pun sudah mengatakan minatnya lepas landas dari Bandara Pondok Cabe ialah Garuda Indonesia. Disamping itu rencana awalnya, maskapai pelat merah ini akan terbang melalui Bandara Pondok Cabe pada Maret 2016 lalu. Sayangnya, bandara tidak juga siap.

Dengan adanya pesawat ATR jenis 72-100, Garuda Indonesia punya rencana melakukan penerbangan ke 8 wilayah dari bandara Pondok Cabe. Diantarannya ke Lubuk Linggau, Samarinda, Pangkalan Bun, Semarang, Palembang, Tanjung Karang, Ketapang dan Yogyakarta.

Rencana memaksimalkan Bandara Pondok Cabe sebenarnya sudah cukup lama muncul. Tapi baru dari tahun lalu kelihatan persiapan pembukaan bandara itu sebagai bandara komersil.