Apakah sudah pernah mendengar liwetan? Siap-siap terbelalak melihat gaya bersantap satu ini. Tanpa ampun mereka sedang keadaan perut kosong bisa saja kalap melahap nasi, sayur mayur, gorengan serta lauk pauk sangat bervariasi. Semua menu tersusun dengan rapi sedemikian rupa dengan alas daun pisang yang diletakkan dalam posisi memanjang. Sambal, lalapan serta kerupuk senantiasa ada dalam tradisi bersantap ini.

Serunya, cara makan liwet daun pisang tidak mempergunakan etika table manner selayaknya makan makan. Kita bebas menyantap nasi serta menyantap menu menu yang tersaji di alas daun pisang. Semua dimaksudkan untuk dinikmati bersama sama dan berebutan mempergunakan tangan.

Belum lama ini, cara liwet daun pisang memang sedang sangat di cari masyarakat perkotaan. Semakin banyak tempat makan yang mengemas gaya bersantap tradisional ini ke satu tingkat lebih tinggi dari sebelumnya, yakni bertempat di restoran mewah nun mewah. Tak sedikit juga ibu-ibu dan karyawan kantor yang mengadakan nasi liwet alas daun pisang untuk acara mereka, untuk sekedar ulang tahun hingga reuni.

Saat penyajiannya, harum dari nasinya luar biasa harum dan sedap. Tentu saja ada makna di balik tradisi liwetan, antara lain kebersamaan serta persaudaraan. Orang memiliki jabatan atau sekedar orang biasa, seluruhnya menyatu dan duduk tanpa perbedaan mengitari pelepah pisang, menyantap nasi serta lauk pauk terdapat.

*** Jika anda tertarik untuk mencicipi nasi liwet alas daun pisang ini bisa order di istana catering